Terkait Korona, Uskup Agung Medan Himbau Umat Katolik Jangan Terlalu Panik

923 total views, 1 views today

Komsoskam.com –  Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap menghimbau dan mengajak seluruh umat katolik untuk tidak terlalu takut, tidak terlalu panik terhadap kondisi penyebaran Virus Korona (Covid 19). Hal ini disampaikan melalui Surat Edaran tertanggal 17 Maret 2020 yang berisi Anjuran Teknis peribadatan di Keuskupan Agung Medan dalam menyikapi Virus Korona.

Dalam surat tersebut Uskup Kornelius Sipayung mengungkapkan rasa prihatian atas jatuhnya korban jiwa dan  korban terinveksi yang melanda ratusan negara. Demikian pula dengan Indonesia yang kini sudah postif terinveksi 227 orang dan meninggal 19 orang, sementara yang dinyatakan 11 orang dinyatakan sembuh. Ia menyampaikan dukungan dan ajakan agar seluruh umat Allah bersatu hati, berdoa dan teguh dalam iman dan pengharapan.

Anjuran Teknis Peribadatan

Menyikapi fenomena tersebut, Mgr Kornelius Sipayung merasa perlu memberikan arahan terkait perayaan-perayaan liturgis di gereja terlebih dalam masa prapaskah ini. Hal ini dilakukan setelah menimbang anjuran dan kebijakan dari para pakar kesehatan dunia termasuk dari WHO (World Health Organization) yang mengatakan bahwa penyebaran Virus Corona sangat cepat melalui tiga pintu masuk yakni

1. Menghirup partikel virus di udara waktu si sakit batuk atau bersin.

2. Lewat bibir dan mulut dan

3. ketika menyentuh atau mengucak mata.

Dengan menimbang hal tersebut maka Uskup menghimbau beberapa anjuran teknis berikut ini.

  1. Misa pada hari Minggu, Misa Harian, Ibadat sabda hari Minggu tetap diadakan. Namun dengan penuh kasih kami himbau agar umat yang batuk dan/atau pilek dan/atau demam diminta untuk untuk tidak datang ke gereja. Kami anjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter dan masih tetap dapat berdoa di rumah.
  2. Doa lingkungan, Pembahasan Poster Aksi Puasa Pembangunan (APP), Ibadat Tobat dilingkungan boleh tetap dilaksanakan dengan mengurangi kontak fisik.
  3. Air suci didepan pintu gereja hendaknya ditiadakan sementara waktu.
  4. Penerimaan Komuni Kudus, hanya dengan tangan saja.
  5. Salam Damai dengan bersalaman atau kontak fisik lain, tidak dianjurkan oleh Imam pemimpin misa, dan sebaiknya segenap umat dapat memaklumi dengan tidak melakukan jabat tangan juga.
  6. Berkat untuk anak-anak Asmika/Areka, untuk sementara ditiadakan.
  7. Kepada segenap Imam terkasih pemimpin misa, juga kepada para Prodiakon hendaknya semakin meningkatkan diri dalam kebersihan terutama ketika membagi komuni kudus, dan hal lain yang dianggap bijak.
  8. Pembasuhan Kaki pada Hari Raya Kamis Putih hendaknya ditiadakan. Pastor hendaknya mencari cara yang paling tepat sesuai dengan kondisi paroki kita masing-masing.
  9. Sebagai antisipasi untuk penghormatan salib pada Jumat Agung, 10 April 2020, hendaknya mencium corpus Kristus ditiadakan. Pelaksanaannya dapat mengacu kepada Buku Tata Perayaan Trihari Paskah yang dikeluarkan oleh komisi liturgi KAM hal. 55.

Beberapa hal tersebut diatas hendaknya dilaksanakan terlebih untuk wilayah-wilayah paroki kota dengan mobilitas warga yang tinggi.  Selain itu Beliau juga menghimbau agar seluruh umat meningkatkan kebersihan dan kesehatannya masing masing.

Dengan mengutip Mazmur 94:14 Uskup Kornelius Sipayung mengajak seluruh umat untuk bekerjasama dan memperkuat iman dan pengharapan pada perlindungan Allah.

“Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok”.

Surat Edaran Selengkapnya bisa diunduh disini

===

Facebook Comments
Baca juga  Uskup Agung Medan: "Umat Katolik Rayakan Natal Ekumene Sesudah 24 Desember"

Sri Lestari Samosir

Ibu Bahagia. Freelance Writer. Womanpreneur.

Leave a Reply