Secercah Harapan Menyongsong Indonesia Berdikari Melalui Inovasi Teknologi Industri Kreatif 4.0

85 total views, 4 views today

Di era yang penuh alat-alat modern nan canggih tak mengheran lagi jika teknologi telah digunakan sebagai alat untuk “memandirikan” negara dari kemiskinan. Banyak negara maju yang sudah menggunakan teknologi guna mempercepat pertumbuhan negaranya. Melalui teknologi sebuah negara dapat menanam lebih banyak makanan, memperlambat perubahan iklim, dan untuk menyediakan semua kebutuhan energi rakyatnya. Lalu bagaimana Indonesia memanfaatkan inovasi teknologi dan bersaing di tengah genjatan ekonomi negara maju?

Teknologi, Daya Saing dan Kemandirian Bangsa

Kita patut sedikit berbangga karena tahun ini Indonesia menunjukkan perbaikan daya saing yang paling menggembirakan di kawasan Asia Pasifik. Peringkat daya saing Indonesia menurut IMD World Competitiveness Ranking 2019 membaik. Hal ini berkat perbaikan efisiensi di sektor kinerja ekonomi (economic performance), efisiensi pemerintahan (government efficiency), efisiensi bisnis (business efficiency), dan infrastruktur (infrastructure).  Indonesia melejit ke posisi 32 dunia atau naik 11 peringkat dibandingkan 2018 yang berada di posisi ke-43 dunia.

Meski telah naik 11 peringkat namun penulis merasa tetap perlu mengulas kembali tantangan tiga tantangan utama dalam upaya meningkatkan daya saing Indonesia. Penyebab klasik namun masih terjadi yakni belum memadainya unsur-unsur penunjang terutama dalam penerapan teknologi informasi dan komunikasi, yaitu peningkatan jumlah pengguna internet, jumlah pelanggan internet broadband, and bandwidth internet. Kemudian rendahnya kapasitas inovasi, rendahnya kualitas dan produktivitas lembaga riset, dan rendahnya belanja riset dan pengembangan yang menyebabkan inovasi di Indonesia dikategorikan belum baik.

Lalu terkait rendahnya kontribusi teknologi terhadap pembangunan ekonomi yang umumnya ditaksir berdasarkan nilai Total Factor Productivity (TFP), yakni kontribusi faktor lain selain modal dan tenaga kerja yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi. Data itu menyebutkan bahwa dalam Buku Laporan Perekonomian Indonesia tahun 2010 terlihat bahwa nilai TFP Indonesia tergolong rendah. Hambatan utama yang masih menjadi kendala bagi pertumbuhan TFP antara lain: (1) infrastruktur dasar (transportasi dan distribusi) yang memperkuat interkoneksitas dalam perekonomian, (2) kecukupan pasokan energi, (3) kurang memadainya aktivitas penelitian dan pengembangan, (4) kualitas modal manusia (human capital) dan inklusivitas sistem pendidikan nasional, serta (5) kesenjangan digital (digital divide) (Bank Indonesia, 2010).

Untuk keluar dari cengkraman dan menjawab tantangan maka teknologi memerlukan system politik yang kuat untuk mengembangkan dan memanfaatkannya di masyarakat. Pertama, harus diakui bahwa teknologi adalah kekuatan kemandirian bangsa, teknologi memperluas pilihan bagi manusia dan memungkinkan mereka melakukan hal-hal yang telah mereka lakukan dengan cara yang lebih baik atau bahkan memungkinkan mereka melakukan hal-hal yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya. Pengetahuan tentang teknologi memungkinkan pemiliknya melakukan hal-hal spesifik yang orang lain tidak mampu melakukannya tanpa menggunakan pengetahuan itu.

Kedua, teknologi mempengaruhi politik dan sebaliknya, melalui kebijakan politis, teknologi dapat digunakan untuk menetapkan dan mengidentifikasi masalah tertentu atau menentukan tujuan tertentu yang memerlukan berbagai opsi. Oleh karena itu, kebijakan politik dapat berdiri di awal kemajuan teknologi atas permintaan pengguna. Contoh utamanya adalah penguasaan teknologi militer memungkinkan kebijakan politik mengambil keputusan untuk menciptakan teknologi yang lebih canggih dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatan pertahanan bangsa.

Ketiga, kemajuan teknologi hanya bisa dikendalikan sampai tingkat tertentu, kemajuan teknologi didorong oleh beberapa faktor, serta interaksi yang kompleks antara teknologi dan politik, sehingga isu pengendalian kemajuan teknologi menjadi relevan. Kemampuan politik untuk mengendalikan kemajuan teknologi tidaklah mutlak karena kemajuan teknologi tidak selalu “disengaja” dan “tidak direncanakan” sehingga dampak atas teknologi tertentu hanya akan terlihat setelah waktu yang lama. Selain itu, keputusan politik sangat menentukan batasan dan arah perkembangan kemajuan teknologi.

Sekiraranya ketiga hal di atas dapat dituntaskan maka keyakinan akan pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin benderang. Terutama kita tahu bahwa perkembangan teknologi informasi (TI) yang sangat pesat telah mengubah gaya hidup individu dan mengubah cara organisasi menjalankan sebuah bisnis. TI menjadikan segala aktivitas menjadi lebih cepat, mudah, dan akurat. Peranan TI dalam industri kreatif sangat dominan. Sebagai contoh nyata adalah para desainer, komikus atau karikaturis juga turut terbantu melalui beragam perangkat pendukung berteknologi tinggi. TI menjadi kontributor utama pendukung pertumbuhan dari sebuah industri kreatif dan daya dorong perkembangan ekonomi nasional yang dapat meningkatkan daya saing industri Indonesia dalam persaingan global.

Harapan Untuk Berdikari

Sejak tahun 2015 telah dicanangkan pembangunan infrastruktur yang diupayakan merata di seluruh pelosok Indonesia. Tujuannya selain untuk memudahkan konektivitas untuk peningkatan kegiatan ekonomi juga untuk memfasilitasi investasi yang akan mendorong perekonomian. Diharapkan dengan infrastruktur yang memadai akan berkembang kegiatan perekonomian yang dilakukan masyarakat yang sekaligus memperkuat daya saing bangsa. Di tahun 2019 ini telah muncul hasil-hasil pembangunan infrastruktur dan yang lain akan terus terselesaikan.

Kini Indonesia berada pada proses perubahan yang disebabkan oleh perubahan global maupun nasional. Perubahan global yang dipicu dengan perkembangan Teknologi Informasi telah merubah banyak tatanan, sehingga dalam waktu yang singkat dapat memicu suatu iklim yang sama sekali baru. Terakhir marak perubahan Industri generasi ke 4. Disrupsi ini perlu disikapi agar tidak tertinggal dalam proses yang tengah terjadi. Secara nasional perubahan yang terjadi dapat dipicu oleh pembangunan infrastruktur. Harus juga diantisipasi langkah-langkah lanjutan agar infrastruktur terbangun dapat memberi dampak optimal. Termasuk memaksimalkan nilai tambahnya seraya menghindarkan dampak negative yang mungkin terjadi.

Hal positif yang menjadi kabar baik adalah sumbangan industri ekonomi kreatif berbasis teknologi terus meningkat. Meskipun pada awalnya banyak timbul pro dan kontra dalam menyikapi perubahan dalam pemakaian teknologi dalam industri usaha, tetapi masyarakat lambat laun mulai dapat beradaptasi dalam menerima sebuah teknologi dan memanfaatkanya untuk mengembangkan usaha mereka. Namun yang harus diperhatikan tetap perlu ada sebuah mekanisme yang baik dari pemerintah, pelaku usaha, dan kaum intelektual agar dapat menciptakan ekosistem Industri usaha yang efektif, inovatif, dan kompetitif. Yang nantinya akan memicu sebuah tindakan agar dapat membuat produk yang unggulan dan dapat bersaing pada tingkat lokal maupun global. Industri ekonomi kreatif merupakan basis dari karakter dan simbol kehadiran Bangsa Indonesia di tengah pergaulan antar bangsa-bangsa di dunia.

Pengembangan industri kreatif merupakan salah satu jalan pemecahan dalam rangka mengimbangi persaingan yang semakin ketat. Kreatifitas dalam pengembangan industri hanya memungkinkan dapat dilakukan oleh pemuda yang memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Peluang selalu ada. Apalagi seluruh daerah di Indonesia memiliki kekhasannya dan potensinya sendiri. Semua itu harus mampu diubah menjadi industri yang berdaya saing, yang mampu menghadirkan lapangan pekerjaan dan mendorong ekonomi baik pada skala lokal maupun nasional. Jika bisa membuktikan diri sebagai bangsa yang kreatif dan inovatif, niscaya kita akan menjadi pemenang pada gelombang peradaban keempat ini.

Dukungan Nyata Pemerintah Indonesia

Bersyukur akan kesadaran pemerintah akan peluang teknologi di Industri Kreatif yang akhirnya membuat mereka tergerak mendukung secara aktif perkembangan teknologi industri kreatif di tanah air. Satu bukti nyata pastisipasi pemerintah tersebut adalah pemerintah telah membangun infrastruktur dalam bentuk jaringan fiber optik, proyek Palapa Ring, dan kapasitas bandwidth yang diperbesar. Tak ketinggalan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun juga menyiapkan langkah-langkah dalam menghadapi era Industry 4.0. Dimana Kemenperin mengajak agar para pelaku industri nasional segera menangkap peluang dalam pengembangan teknologi digital terkini seperti artificial intelligentrobotic, dan 3D printing. Tujuannya untuk lebih efisien dan meningkatkan produktivitas. Sejumlah manufaktur besar yang telah siap memasuki era Industry 4.0, di antaranya industri semen, petrokimia, otomotif, serta makanan dan minuman.

Kita tahu bahwa daya saing manufaktur dan potensi ekonomi digital yang ada di Indonesia harus diimbangi dengan inovasi teknologi. Hal ini perlu dibutuhkan pusat-pusat inovasi industri untuk menunjang peningkatan SDM, kemajuan teknologi dan penumbuhan wirausaha baru. Kemenperin berkomitmen untuk memajukan pusat inovasi industri seperti yang ada di Bali, Batam, Bandung dan Surabaya. Salah satu bentuk nyata adalah pembangunan Nongsa Digital Park (NDP) di Batam. Kawasan ini akan menjadi basis sejumlah pelaku industri kreatif di bidang digital seperti pengembangan startup, web, aplikasi, program-program digital, film dan animasi. Sedangkan, yang berbasis platform e-commerce, pemerintah mulai memfasilitasi dalam proses logistik, kemudahan impor tujuan ekspor, dan pembiayaan. Pemerintah tengah melakukan harmonisasi regulasi, termasuk perpajakan, cukai, payment gateway, sehingga bisa membuat produk lokal bisa beredar di pasar ASEAN.

Sejalan hal tersebut, Kemenperin juga telah memacu perluasan pasar bagi industri kecil dan menengah (IKM) melalui pembangunan sistem e-Smart IKM. Kemenperin memformulasikan digital environment untuk meningkatkan pertumbuhan IKM di dalam negeri. Kemenperin telah mengidentifikasi beberapa IKM yang sudah memanfaatkan market place, seperti sektor makanan dan minuman, perhiasan, kosmetik, fesyen serta kerajinan. Melihat begitu besar pengembangan teknologi dan inovasi yang  terus menggeliat di negeri ini maka tak diragukan lagi bahwa industri kreatif akan menguatkan daya saing Indonesia dalam upaya menjadi negara yang produktif di masa depan.  Semoga impian itu jadi nyata!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *