
Paus Leo XIV memberikan berkit Urbi et Orbi id Lapangan St.Petrus, 05 April 2026
Oleh Joseph Tulloch
VATIKAN — Paus Leo XIV menyerukan para pemimpin dunia untuk menghentikan konflik dan memilih jalan damai dalam pesan Paskah bertajuk Urbi et Orbi (“Untuk Kota dan Dunia”), Minggu (Paskah), 05 April 2026.
Dalam pidatonya di hadapan puluhan ribu peziarah yang memadati Lapangan Santo Petrus, Paus menegaskan pentingnya meninggalkan kekerasan dan mengedepankan dialog.
“Biarlah mereka yang memiliki senjata meletakkannya!” ujar Paus. Ia juga mengajak pihak-pihak yang memiliki kekuasaan untuk memicu perang agar memilih perdamaian.
Menurut Paus, perdamaian sejati bukanlah yang “dipaksakan dengan kekuatan”, melainkan yang dibangun melalui dialog—bukan untuk mendominasi, tetapi untuk saling memahami.
Peringatan soal “globalisasi ketidakpedulian”
Dalam pesannya, Paus menyoroti meningkatnya kecenderungan dunia yang semakin terbiasa dengan kekerasan.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat global kini mulai tidak peka, tidak hanya terhadap korban jiwa akibat perang, tetapi juga terhadap kebencian, perpecahan, serta dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkannya.
Mengutip istilah yang pernah digunakan oleh Paus Fransiskus, ia memperingatkan tentang “globalisasi ketidakpedulian” yang kian meluas.
“Kita tidak bisa terus bersikap acuh tak acuh. Kita tidak boleh menyerah pada kejahatan,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Paus mengumumkan akan memimpin doa vigil untuk perdamaian pada Sabtu, 11 April mendatang, di Basilika Santo Petrus.

Umat memadai lapangan St. Petrus pada perayaan Paskah,05 April 2026.
Non-kekerasan sebagai kekuatan sejati
Dalam konteks Paskah, Paus menjelaskan bahwa kemenangan Yesus atas kematian merupakan kemenangan atas kejahatan, namun dicapai melalui cara yang sepenuhnya non-kekerasan.
Kekuatan tersebut, kata dia, berakar pada kasih yang mampu mencipta, mengampuni, dan menebus.
Ia menegaskan bahwa semangat kasih dan pengampunan inilah yang menjadi “kekuatan sejati” dalam membangun perdamaian serta mempererat hubungan antarindividu dan masyarakat.
Perdamaian batin
Menutup pesannya, Paus menekankan bahwa damai Paskah bukan sekadar ketiadaan perang, tetapi juga kedamaian batin yang mengubah hati setiap manusia.
“Marilah kita membiarkan diri kita diubah oleh damai Kristus,” ujarnya, seraya mempercayakan kepada Tuhan semua orang yang menderita dan merindukan perdamaian sejati (VATICAN NEWS, 05 April 2026)