Paus Leo XIV Tekankan Dialog “Dalam Kebenaran dan Kasih” kepada Uskup Agung Canterbury yang Baru

 

Kardinal  Kurt Koch dan Uskup Agung Anglikan Sarah  Mullally  (Foto Vaticanews)

VATIKAN — Paus Leo XIV menyampaikan pesan kepada Sarah Mullally dalam rangka pelantikannya sebagai Uskup Agung Canterbury. Dalam pesannya, Paus menegaskan jaminan doa serta harapan akan “rahmat, belas kasih, dan damai sejahtera dalam kebenaran dan kasih”.

Pelantikan yang secara historis dikenal sebagai enthronement tersebut berlangsung di Katedral Canterbury pada 25 Maret, dihadiri sekitar 2.000 tamu, termasuk Pangeran dan Putri Wales. Acara ini menandai dimulainya secara simbolis pelayanan publik Dame Sarah sebagai Uskup Agung Canterbury.

Dalam pesannya, Paus menyoroti bahwa jabatan yang kini diemban Mullally membawa tanggung jawab besar, tidak hanya di Keuskupan Canterbury, tetapi juga di Gereja Inggris dan Komuni Anglikan secara luas. Ia juga mengakui bahwa Mullally memulai pelayanannya di tengah masa yang menantang dalam sejarah keluarga Anglikan.

Paus mendoakan agar Mullally dikuatkan dengan kebijaksanaan serta dibimbing oleh Roh Kudus, seraya mengambil inspirasi dari Maria, Bunda Allah.

Mengingat Pertemuan Bersejarah 1966

Dalam pesannya, Paus juga mengingat pertemuan bersejarah tahun 1966 antara Paus Paulus VI dan Uskup Agung Michael Ramsey. Pertemuan tersebut menandai komitmen baru antara Katolik dan Anglikan untuk membangun hubungan persaudaraan berdasarkan kasih Kristiani.

Komitmen itu, menurut Paus, telah membuahkan hasil selama enam dekade terakhir. Ia menyinggung peran Komisi Internasional Anglikan-Katolik Roma (ARCIC), yang dinilai berkontribusi dalam meningkatkan saling pengertian dan memperkuat kesaksian bersama, khususnya dalam menghadapi tantangan global masa kini.

Namun demikian, Paus juga mengakui bahwa perjalanan ekumenis tidak lepas dari hambatan. Ia mengutip Deklarasi Bersama tahun 2016 yang ditandatangani Paus Fransiskus dan Justin Welby, yang menyebut munculnya perbedaan baru akibat situasi yang berkembang.

Meski demikian, perbedaan tersebut tidak menghalangi umat Kristiani untuk saling mengakui sebagai saudara dalam Kristus melalui baptisan yang sama.

Dorongan untuk Persatuan dan Kesaksian Bersama

Uskup Anglikan Sarah Mulllally saat berdoa di makam Paus Johanes Palus ke II (foto Vatican)

Paus Leo XIV menegaskan pentingnya melanjutkan dialog “dalam kebenaran dan kasih”. Menurutnya, persatuan umat Kristiani bertujuan untuk mewartakan Kristus kepada dunia, sebagaimana doa Yesus “agar dunia percaya”.

Ia juga mengingatkan bahwa perpecahan di antara umat Kristiani berpotensi menghambat panggilan bersama untuk memperkenalkan Kristus. Sebaliknya, kesaksian dari komunitas yang bersatu dan berdamai akan memperjelas pewartaan Injil.

Perayaan Liturgi di Canterbury

Pesan Paus tersebut disampaikan pada 26 Maret di Katedral Canterbury, dalam penutupan ibadat doa bersama yang dipimpin Uskup Agung Mullally dan utusan Paus, Kardinal Kurt Koch.

Perayaan ini juga menandai 60 tahun pertemuan bersejarah tahun 1966. Dalam ibadat tersebut, digunakan kembali bangku doa yang sama seperti pada pertemuan tahun 1982 antara Paus Yohanes Paulus II dan Uskup Agung Robert Runcie.

Delegasi Katolik tahun 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh Gereja, termasuk para kardinal dan uskup dari berbagai wilayah, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antara Gereja Katolik dan Komuni Anglikan (Sumber: VATICANEWS, 26 Maret 2026)

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com