![]()
Oleh Kielce Gussie
VATIKAN: Setelah memimpin doa Angelus pada Minggu,22 Maret 2026, Paus Leo XIV menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi yang terus memburuk di Timur Tengah, serta berbagai wilayah lain di dunia yang “terkoyak oleh perang dan kekerasan”.
Ia menegaskan bahwa dunia tidak boleh tinggal diam melihat penderitaan yang dialami begitu banyak orang, terutama para korban tak bersalah dalam konflik tersebut.
Paus Leo XIV memperingatkan bahwa rasa sakit, kematian, dan penderitaan akibat peperangan merupakan “skandal bagi seluruh keluarga manusia dan jeritan di hadapan Tuhan”. Ia pun mengajak semua pihak untuk terus berdoa agar permusuhan segera berakhir, serta membuka jalan menuju perdamaian yang dilandasi dialog tulus dan penghormatan terhadap martabat setiap manusia.
Seruan ini disampaikan di tengah laporan korban yang terus bertambah seiring memasuki hari ke-23 eskalasi kekerasan di kawasan Timur Tengah. Lebih dari 1.000 orang dilaporkan tewas di Lebanon. Sementara itu, serangan rudal Iran ke sejumlah kota di Israel pada Minggu dini hari menyebabkan sedikitnya 160 orang terluka.
Di kawasan Teluk, Arab Saudi dan Bahrain juga melaporkan adanya sejumlah drone dan rudal yang melintasi wilayah udara mereka. Adapun di Iran, jumlah korban tewas dilaporkan mencapai sekitar 1.444 orang, dengan lebih dari 18.000 lainnya mengalami luka-luka.
Sebelum memberikan Berkat Apostolik, Paus yang berasal dari Ordo Agustinus ini juga menyapa ribuan peserta Maraton Roma yang tengah berlari melintasi jantung Kota Roma. Ia menyebut kehadiran para atlet dari berbagai negara sebagai “tanda harapan”, serta berharap olahraga dapat menjadi sarana untuk membangun perdamaian, inklusi sosial, dan spiritualitas (Sumber:VATICANEWS, 22 Maret 2026)