Paus Leo XIV: Iman Membuka Mata terhadap Penderitaan Umat Manusia

 

 

 

Oleh Devin Watkins

VATIKAN — Paus Leo XIV memimpin doa Angelus bersama para peziarah yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus pada Minggu (16/3). Dalam renungannya sebelum doa Maria tersebut, Paus merefleksikan bacaan Injil hari itu yang mengisahkan Yesus menyembuhkan seorang pria yang buta sejak lahir (Yohanes 9:1–41).

Menurut Paus, peristiwa itu menyingkapkan misteri keselamatan. Putra Allah datang ke dunia untuk membuka mata manusia yang hidup dalam kegelapan.

Ia mengatakan bahwa seperti orang buta dalam kisah Injil itu, manusia pada dasarnya juga “terlahir buta” terhadap misteri kehidupan yang jauh melampaui kemampuan kita untuk memahaminya sepenuhnya.

“Karena itulah Allah menjadi manusia dalam diri Yesus,” ujar Paus. “Tanah liat kemanusiaan kita, yang dibentuk oleh napas rahmat-Nya, menerima terang baru yang memungkinkan kita melihat diri sendiri, sesama, dan Allah dalam kebenaran.”

Paus Leo XIV juga menyinggung anggapan yang sering mengatakan bahwa iman adalah “lompatan dalam kegelapan”, seolah-olah iman berarti menutup mata dan percaya secara buta.

Menurutnya, pemahaman itu keliru. Pertemuan manusia dengan Kristus justru membuka mata dengan cara yang belum pernah dialami sebelumnya.

“Iman bukanlah tindakan buta, bukan pula meninggalkan akal budi atau mundur ke dalam kepastian religius yang membuat kita berpaling dari dunia,” kata Paus asal Amerika Serikat ini. “Sebaliknya, iman membantu kita melihat segala sesuatu sebagaimana Yesus melihatnya, dengan mata-Nya sendiri.”

Karena itu, Paus mengajak umat Kristiani untuk membuka mata terhadap penderitaan sesama serta luka yang melanda umat manusia.

Di tengah dunia yang diliputi kekerasan, umat beriman dipanggil untuk memberikan kesaksian iman yang “waspada, peka, dan profetis”, bahkan ketika berhadapan dengan ketidakadilan, kekerasan, dan penderitaan.

Iman, lanjut Paus, seharusnya membuat orang berani melihat kegelapan dunia sekaligus membawa terang Injil kepada sesama melalui komitmen terhadap perdamaian, keadilan, dan solidaritas.

Menutup renungannya, Paus Leo XIV memohon perantaraan Bunda Maria agar Kristus membuka hati umat beriman dan menolong mereka memberi kesaksian tentang Dia dengan kesederhanaan serta keberanian (sumber: VATICANNEWS, 16 Maret 2026)

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com