Paus Leo XIV Dorong Fokus Baru pada Perkawinan dan Keluarga

Paus Leo XIV menyalami seorang bayi dan orangtuanya setelah selesai audensi  mingguan di hall St.Pius VI , Vatikan pada tanggal 27 Agustus 2025(CNS photo/Vatican Media) 

VATICAN CITY — Pope Leo XIV menyerukan pembaruan perhatian Gereja Katolik terhadap kehidupan perkawinan dan keluarga.

Dalam pesannya, Paus Leo menegaskan pentingnya memperkuat pendampingan terhadap keluarga di tengah berbagai perubahan zaman yang terus berlangsung.

“Saya mempercayakan perjalanan ini kepada perantaraan Saint Joseph,” ujarnya.Seruan tersebut menegaskan komitmen Gereja untuk terus mendalami peran keluarga sebagai bagian penting dalam misi pewartaan Injil.

Menurut Paus Leo, keluarga tidak hanya menjadi fondasi kehidupan sosial, tetapi juga memiliki peran strategis dalam kehidupan Gereja, khususnya dalam memberikan kesaksian iman di tengah masyarakat.Ia menekankan bahwa perhatian terhadap keluarga perlu terus diperbarui agar pasangan suami-istri dapat menghidupi panggilan mereka secara utuh, sekaligus mendorong generasi muda untuk melihat keindahan hidup berkeluarga.

Langkah ini juga mencerminkan upaya Gereja untuk tetap relevan dalam menjawab berbagai tantangan modern yang dihadapi keluarga di seluruh dunia.

Pope Leo XIV pada 19 Maret 2026 mengumumkan rencananya mengundang para ketua konferensi uskup dari seluruh dunia untuk berkumpul di Roma pada Oktober mendatang. Pertemuan ini bertujuan memperbarui dan memperdalam pembahasan Gereja Katolik mengenai perkawinan dan keluarga, dalam terang dokumen Amoris Laetitia.

Pengumuman tersebut disampaikan pada akhir pesan Paus dalam rangka peringatan 10 tahun penandatanganan dokumen tersebut, yang diterbitkan oleh Pope Francis setelah Sinode tentang Keluarga tahun 2014 dan 2015.

“Dalam terang perubahan yang terus memengaruhi keluarga, saya memutuskan untuk mengundang para ketua konferensi episkopal dari seluruh dunia untuk berkumpul pada Oktober 2026. Pertemuan ini dimaksudkan sebagai proses sinodal, dengan semangat saling mendengarkan, guna menimbang langkah-langkah yang perlu diambil dalam mewartakan Injil kepada keluarga masa kini,” ujar Paus Leo.Ia juga menambahkan bahwa perjalanan ini dipercayakan pada perantaraan Saint Joseph, yang dikenal sebagai pelindung Keluarga Kudus Nazaret.

Paus  Leo XIV memeluk pasangan yang baru menikah seusasi audensi umum di hall Paulus VI di Vatikan pada tanggal 27 Agustus 2025.   (CNS photo/Vatican Media)

Pada tanggal  19 Maret 2026, dalam perayaan St.Yoseph, Paus asal Amerika Serikat ini meminta kepada ketua konferensi Gereja di seluruh dunia untuk hadir di Roma pada bulan Oktober tahun untuk membaharui dan merenungkan serta berdiskusi tentang perkawinan dan keluarga dalam terang “Amoris Laetia.”

Dokumen Amoris Laetitia—yang berarti “Sukacita Kasih”—ditandatangani pada 19 Maret 2016 dan dipublikasikan pada April tahun yang sama. Dokumen sepanjang lebih dari 50.000 kata tersebut membahas kehidupan pernikahan, kasih dalam keluarga, pendidikan anak, serta berbagai tantangan pastoral, termasuk upaya merangkul keluarga yang terluka atau terpinggirkan dalam kehidupan Gereja.

Menurut Paus Leo, zaman saat ini ditandai oleh perubahan cepat yang menuntut perhatian pastoral yang lebih besar terhadap keluarga.

“Pada masa kini, perhatian terhadap keluarga menjadi semakin penting, karena melalui merekalah Gereja turut ambil bagian dalam mewartakan dan memberi kesaksian tentang Injil,” ujarnya.Ia menambahkan, dalam berbagai situasi tertentu, Gereja hanya dapat menjadi “garam dunia” melalui peran umat awam, khususnya keluarga.

Karena itu, komitmen Gereja dalam bidang ini perlu diperbarui dan diperdalam, agar mereka yang terpanggil dalam kehidupan berkeluarga dapat menghidupi kasih perkawinan secara penuh dalam Kristus. Selain itu, generasi muda juga diharapkan tertarik pada keindahan panggilan hidup berkeluarga dalam Gereja.

Saat pertama kali diterbitkan, Amoris Laetitia menuai beragam tanggapan. Meski banyak pemimpin Gereja memuji upaya peningkatan pelayanan pastoral bagi keluarga, dokumen ini juga mendapat kritik, terutama terkait sejumlah bagian yang dinilai ambigu dan sulit dipadukan dengan ajaran Gereja, khususnya mengenai umat Katolik yang bercerai dan menikah kembali secara sipil serta penerimaan Ekaristi.

Perbedaan pandangan di kalangan teolog dan pemimpin Gereja mengenai hal ini masih berlangsung hingga kini.Meski demikian, Paus Leo menyebut dokumen tersebut sebagai “pesan harapan yang terang” tentang kasih dalam perkawinan dan kehidupan keluarga. Ia juga menilai Amoris Laetitia serta dokumen Familiaris Consortio dari Pope John Paul II telah memperkuat komitmen doktrinal dan pastoral Gereja dalam melayani kaum muda, pasangan menikah, dan keluarga.

“Pada peringatan 10 tahun ini, kita bersyukur kepada Tuhan atas dorongan untuk refleksi dan pembaruan pastoral dalam Gereja. Kita juga memohon keberanian untuk terus melangkah di jalan ini, sambil selalu menyambut Injil dengan sukacita untuk diwartakan kepada semua orang,” kata Paus Leo.(Sumber: VATICANEWS, 19 Maret 2026)

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com