
Paus Leo XIV di lapangan St.Petrus-Vatikan saat perayaan Paskah 2026 (foto:Vatican Media)
Oleh Deborah Castellano Ludov
CASTEL GANDOLFO -ITALIA— Paus Leo XIV menyerukan kepada dunia untuk terus mengupayakan perdamaian dan menolak perang, di tengah meningkatnya ketegangan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Seruan tersebut disampaikan Paus dalam pernyataan singkat kepada para jurnalis di luar Villa Barberini, kediaman kepausan di Castel Gandolfo, pada Selasa (waktu setempat).
“Carilah selalu perdamaian dan tolaklah perang,” ujar Paus, menegaskan kembali pesannya seperti yang disampaikan dalam berkat Urbi et Orbi beberapa hari sebelumnya.
Ia mengajak semua pihak untuk menjauhi kekerasan dan tidak mendukung perang, terutama konflik yang dinilai banyak pihak tidak adil, terus meningkat, dan tidak memberikan solusi apa pun.
Menyoroti situasi terkini, Paus secara tegas mengecam ancaman terhadap seluruh rakyat Iran.
“Hari ini, kita juga menyaksikan adanya ancaman terhadap seluruh rakyat Iran. Ini sungguh tidak dapat diterima,” katanya. “Memang ada persoalan hukum internasional, tetapi lebih dari itu, ini adalah persoalan moral yang menyangkut kebaikan seluruh umat manusia.”
Paus juga mengingatkan dampak luas dari konflik yang terus berlangsung, termasuk krisis ekonomi global, krisis energi, serta instabilitas di kawasan Timur Tengah yang semakin memperburuk situasi dunia.
“Kondisi ini hanya memicu lebih banyak kebencian di seluruh dunia,” ujarnya.
Karena itu, Paus kembali menyerukan agar semua pihak kembali ke meja perundingan.
“Mari kembali berdialog. Mari mencari solusi dengan cara damai,” kata dia.
Dalam pernyataannya, Paus juga mengingatkan pentingnya melindungi warga sipil, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang sakit, yang menjadi korban dalam konflik berkepanjangan.
Ia menegaskan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil merupakan pelanggaran hukum internasional sekaligus mencerminkan tingkat kebencian dan kehancuran yang dapat ditimbulkan manusia.
“Jangan lupakan mereka yang tak bersalah—yang telah atau akan menjadi korban perang ini,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Paus mengajak masyarakat dunia untuk turut berperan aktif dalam mendorong perdamaian.
Ia meminta warga di negara-negara yang terlibat konflik untuk menyuarakan aspirasi kepada para pemimpin politik agar mengutamakan dialog dan menolak kekerasan.
“Kita semua menginginkan perdamaian. Masyarakat menginginkan perdamaian,” katanya (VATICAN NEWS, 08 April 2026)