Biaya Perang Israel dan Timur Tengah Membengkak

 

 

 

Kantor kedutaan Vatikan di Ukraina rusak akibat perang (foto La Derecha Diaro, 10 Juli 2025)

Konflik yang melanda Jalur Gaza sejak Oktober 2023 menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar, tidak hanya bagi Israel tetapi juga bagi kawasan Timur Tengah. Situasi semakin kompleks setelah serangan bersama Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran membuka potensi konflik regional yang lebih luas.

Menurut Bank Israel, total biaya perang sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 diperkirakan mencapai sekitar 352 miliar shekel atau lebih dari 110 miliar dollar AS, setara dengan hampir seperlima dari total perekonomian Israel. Angka tersebut mencakup pengeluaran militer langsung, kompensasi sipil, bunga utang negara, serta berbagai program ekonomi untuk menopang aktivitas domestik selama perang berlangsung.

Pada masa konflik paling intens, biaya perang diperkirakan mencapai 300 juta shekel per hari atau hampir 100 juta dollar AS. Selain itu, mobilisasi militer besar-besaran—dengan lebih dari 300.000 tentara cadangan yang dipanggil—juga menimbulkan kerugian produktivitas ekonomi karena banyak sektor usaha terhenti atau melambat.

Amerika Serikat turut menanggung beban biaya yang besar. Sejak 2023, Washington telah menyalurkan bantuan militer bernilai puluhan miliar dollar kepada Israel, sekaligus mengeluarkan dana tambahan untuk operasi militer di kawasan Laut Merah dan Teluk Persia.

Di sisi lain, kerusakan di Jalur Gaza mencapai skala yang sangat luas. Estimasi Perserikatan Bangsa-Bangsa, Bank Dunia, dan Uni Eropa menyebutkan bahwa 84 persen bangunan dan infrastruktur di wilayah tersebut rusak atau hancur, dengan lebih dari 425.000 rumah terdampak. Biaya rekonstruksi diperkirakan mencapai puluhan miliar dollar dan dapat memakan waktu puluhan tahun.

Para analis menilai konflik yang makin meluas-termasuk ketegangan antara Israel dan Iran-berpotensi memperbesar beban ekonomi kawasan. Ironinya, di tengah ratusan miliar dollar yang dihabiskan untuk perang, dana untuk pembangunan, rekonstruksi, dan pemulihan masyarakat justru sangat terbatas.

(disadur dari  tulisan Guiseppe Caffulli di ZENIT NEWS-ASIA NEWS/Milan, 11 Maret 2026 )

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com