BERSAHABAT DENGAN STAY AT HOME, PANTI ASUHAN STA. LUCY FILIPPINI, MEDAN

624 total views, 1 views today

Panti Asuhan Sta. Lucy Filipini terletak di Jalan Flamboyan V No.9, Kompleks Polri, Tanjung Selamat, Medan Tuntungan. Berawal dari cita-cita untuk pengembangan karya sosial Kongregasi suster KYM (Kasih Yesus dan Maria Bunda Pertolongan Baik), yakni Yayasan Vita Dulcedo, maka pengurus Yayasan memikirkan bahwa perlu mengembangkan sayap pelayanannya.

Panti asuhan Sta. Lucy Filippini atau disebut komunitas Sta. Lucy Filippini yang berdiri sejak 06 Juli 2019 lalu, merupakan Panti Asuhan cabang dari Panti Asuhan yang berpusat di Pematangsiantar tepatnya di Jl Melanthon Siregar, Gg. Sipahutar yang diasuh oleh para Suster-suster KYM. Saat ini, Panti asuhan Sta. Lucy mengasuh 15 orang anak yang berasal dari berbagai daerah, seperti Pematangsiantar, Tiga Ras, Batam, Jambi, Riau, Mentawai, Sidikalang, Atambua, Papua dan  Samosir yang lazim disebut orang negeri kepingan surga.  Mereka berasal dari keluarga yang tergolong lemah  secara ekonomi. Putri-putri St. Vinsensius ini diasuh oleh 3 orang suster KYM  yang tinggal setiap harinya bersama mereka. Yakni: Sr. Ancilla Purba KYM, Sr. Agnes Datubara KYM  dan Sr. Seraphine Munthe KYM.

Situasi yang mengglobal saat ini, yakni mewabahnya pandemi Covid-19  mengontaminasi rutinitas semua orang disegala penjuru. Bagaimana setiap orang tersebut mampu berdamai dengan suasana baru “stay at home”, tentu mereka memiliki cara masing-masing.  Berbagai jenis kegiatan yang biasanya dilakukan di luar rumah, kini dilakukan di rumah saja. Hal ini dikarenakan penyebaran pandemi covid-19 yang semakin memprihatinkan masyarakat. Salah satunya cara memutus rantai penyebaran ini adalah dengan stay at home atau tetap di rumah saja.  Segala sesuatunya dilakukan di rumah saja. Misalnya,  biasanya belajar ke sekolah dan perayaan Ekaristi di gereja, kini dilakukan dirumah saja setiap hari.

Baca juga  KATOLIKNISASI: KETAKUTAN YANG TIDAK MENDASAR

Suasana  untuk tetap tinggal di rumah bukanlah hal yang mudah diterima oleh banyak orang sebagai suatu kebiasaan yang berbeda dengan suasana sebelumnya. Khususnya anak-anak panti asuhan Sta. Lucy Filippini, Medan. Tentu membutuhkan proses yang cukup lama bahkan mungkin boleh dikatakan sulit. Anak- anak yang masih didominasi oleh usia bermain atau Sekolah Dasar ini, merasakan kebosanan ketika tidak sedang belajar daring. Hal ini tampak dari sikap mereka yang biasanya semangat, kini jadi lemas dan kurang bersemangat. Karena memang intensitas bermainnya seperti di sekolah berkurang drastis dan hanya di rumah saja. Seperti yang kita ketahui, anak-anak tidak bisa tenang, mereka selalu ingin aktif, menikmati masa bermainnya bersama teman sebaya.

Lantas, bagaimana menghadapi masa-masa stay at home ini? Para suster yang secara langsung bersentuhan dengan anak-anak panti asuhan Sta. Lucy Filippini, mengatasinya dengan mengisi waktu  luang dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat serta dapat mengembangkan bakat-kemampuan mereka. Misalnya, membuat bunga dan ikat rambut/bando dari kain perca, membuat alas makanan & taplak meja dari plastik, latihan beryanyi, menari atau dance, dan membuat lukisan tulisan indah. Hingga saat ini, beberapa hasil karya tangan mereka sudah ada yang bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari. Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan bakat si anak dan kami laksanakan diluar jam belajar mereka, supaya proses pembelajaran mereka tidak terganggu. Bagi para suster, kegiatan ini adalah kesempatan  untuk mengembangkan bakat yang sudah dimiliki anak-anak sejak lahir.  “Kami bangga sebagai pengasuh bagi mereka. Karena ternyata mereka memiliki kemampuan/bakat yang selama ini kurang diperhatikan dan kurang dikembangakan. Dalam hal inilah kami mampu melihat hikmahnya bagi kami dan anak-anak, walaupun dalam situasi yang menantang serta menjadi masa-masa sulit bagi kita, tetap ada nilai yang kita temukan didalamnya,”kata sr. Ancilla Purba KYM saat disinggung tentang kemampuan anak di panti asuhan Sta. Lucy Filipini. Suster yang dipercayakan kongregasi sebagai penanggungjawab panti asuhan Sta. Lucy ini, merasa senang dan bangga ataau kemampuan yang dimiliki oleh anak-anak asuhnya tersebut.

Baca juga  RP. Yanuarius Tasik Berek OFM Conv. : “Saya Menemukan Keluarga Besar Seiman”

Memanfaatkan waktu luang dengan mengasah kreatifitas anak ternyata mampu mengatasi kejenuhan mereka terutama pada masa pandemi ini. Selain itu, bakat anak akan semakin tampak dan berkembang. Dengan demikian anak juga merasa semakin didukung dalam perkembangan inteligensinya atau kemampuan yang ada dalam dirinya. Dalam hal ini, yang dibutuhkan bukanlah keahlian tetapi kemauan orangtua atau pengasuh bagi perkembangan si buah hati.

Mungkin metode ini juga baik untuk para orangtua atau pengasuh yang menghabiskan waktu bersama anak di rumah. Menyadari bahwa setiap orang memiliki inteligensi yang berbeda-beda, mari gunakan kesempatan ini dengan menggali kemampuan si buah hati. Karena ada saja anak yang secara intelektual lemah tetapi memiliki keterampilan dibidang lain seperti bernyanyi, melukis, menulis, dsb, yang mungkin mampu membawanya pada masa depan yang cemerlang.

Kami percaya bahwa doa-doa St. Vinsensius  dan St Lucy Filipini sebagai pelindung Panti asuhan ini senantiasa menyertai kami dalam semua proses pembinaan terhadap anak-anak yang saat ini dipercayakan kepada kami para suster KYM.  Semoga bermanfaat.

              kreatifitas anak Panti Asuhan Sta. Lucy Filipini

 

 

Facebook Comments

Rina Barus

Menikmati Hidup!!!

Leave a Reply