Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Resmi ke-57 Vatican News

Oleh Terry Friel

VATIKAN — Vatican News resmi menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa ke-57 dalam layanan resminya. Keputusan ini memperluas jangkauan komunikasi Vatikan kepada hampir 300 juta penutur Bahasa Indonesia di seluruh dunia. Bahasa Indonesia digunakan di negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau yang membentang sepanjang lebih dari 5.000 kilometer, dari barat Malaysia hingga utara Australia.

Penambahan ini juga mencakup sekitar 35 juta penduduk Malaysia, yang menggunakan Bahasa Melayu—bahasa yang serumpun dengan Bahasa Indonesia—serta negara kecil Brunei Darussalam. Secara keseluruhan, kebijakan ini menjangkau sekitar empat persen dari populasi dunia yang berjumlah 8,2 miliar jiwa.

Dengan pengakuan ini, Bahasa Indonesia akan digunakan dalam berbagai komunikasi resmi Vatikan, termasuk laporan berita, pesan Paus, serta pembaruan Gereja.

Indonesia pun menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang bahasa nasionalnya diadopsi sebagai bahasa resmi Vatican News. Menariknya, Tagalog—bahasa nasional Filipina yang mayoritas penduduknya beragama Katolik—belum termasuk dalam daftar tersebut.

Meski terdapat lebih dari 800 bahasa daerah di Indonesia, Bahasa Indonesia telah ditetapkan sebagai bahasa persatuan sejak proklamasi kemerdekaan pada 1945.

Seorang warga Jakarta, Enny Prakasa, menyambut baik keputusan ini. Ia mengaku bangga sebagai orang Indonesia sekaligus umat Katolik.

“Saya merasa semakin menjadi bagian dari keluarga Katolik global. Ini membuat kebanggaan itu terasa lebih kuat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Uskup Agustinus Tri Budi Utomo, Ketua Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk pengakuan identitas nasional sekaligus penguatan hubungan iman antara Indonesia dan Vatikan.

Menurut uskup Surabaya ini juga, penggunaan Bahasa Indonesia membuka akses langsung bagi umat Katolik di Indonesia dan Malaysia untuk menerima informasi Gereja universal dalam bahasa ibu mereka.

Indonesia sendiri merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, mencakup lebih dari 13 persen umat Muslim global, serta memiliki sekitar sembilan juta umat Katolik.

Vatican News menyatakan bahwa penambahan bahasa ini bertujuan memperluas konektivitas global, mendorong dialog, serta memperkuat nilai-nilai perdamaian, persaudaraan, dan harmoni antarumat beragama.

Sebelumnya, bahasa resmi ke-56 yang ditambahkan adalah Bahasa Azerbaijan. Adapun bahasa resmi utama Vatikan tetap Latin dan Italia (VATICAN NEWS, 30 Maret 2026)


Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com