Perayaan Yubileum Misionaris Digital dan Influencer Katolik
Komsoskam.com | Aktor Katolik Jonathan Roumie, yang dikenal luas lewat perannya sebagai Yesus dalam serial populer The Chosen, mengirimkan pesan video pada hari Senin kepada para peserta Jubilee of Digital Missionaries and Catholic Influencers (Yubileum Misionaris Digital dan Influencer Katolik) yang sedang berlangsung di Roma, 28–29 Juli. Dalam pesannya, ia menyebut karya mereka sebagai sesuatu yang “sangat penting.”

Acara yubileum ini bertujuan untuk menyatukan upaya Gereja dalam “merayakan, membekali, dan menginspirasi mereka yang terpanggil untuk mewartakan Injil melalui platform digital.”
“Sebagai seseorang yang diberkati karena bisa memerankan Yesus dalam The Chosen, saya telah melihat langsung bagaimana sebuah kisah yang dibagikan secara online dapat menyentuh hati, melunakkan jiwa, bahkan mengubah hidup. Kalian pun melakukan hal yang sama,” kata Roumie.
“Baik itu melalui sebuah unggahan, reel, kolom komentar, atau siaran langsung — kalian hadir di ruang-ruang digital itu dengan hati Kristus — bukan untuk mengkhotbahi orang, tetapi untuk menjumpai mereka, mendengarkan, terlibat, dan memulai percakapan yang benar-benar bermakna.”
Ia mendorong para peserta agar tidak “menjadi lelah” dan agar tidak pernah “meremehkan kekuatan dari apa yang kalian lakukan …”
“Kehadiran kalian secara online — yang otentik, penuh doa, dan penuh sukacita — itu adalah bagian dari rencana Allah agar kita terus berbicara tentang Yesus.”
Roumie menjelaskan bahwa karya pewartaan di media digital inilah yang menjadi wajah baru dari evangelisasi saat ini:
“Evangelisasi saat ini bukan lagi hanya mimbar dan tembok gereja — tapi juga Instagram, YouTube, TikTok, blog, dan semuanya. Dan kalian masuk ke dunia itu dengan cinta, kreativitas, dan keaslian.”
“Apa yang kalian lakukan adalah misi. Titik. Kalian menjangkau orang-orang di mana pun mereka berada — apa pun keyakinan mereka atau bahkan kalau mereka belum percaya sama sekali, seberapa pun mereka memahami atau belum memahami. Dan keterbukaan itu, kesediaan untuk terhubung tanpa menghakimi, menciptakan ruang untuk dialog yang nyata, untuk momen rahmat, untuk Kristus berkarya secara mengejutkan.”
Akhirnya, Roumie memberi semangat kepada para peserta:
“Teruslah melangkah. Teruslah hadir. Jadilah terang di antara lalu lintas media sosial.”
“Kalian tidak pernah tahu siapa yang sedang menonton, mendengarkan, atau sekadar menggulir layar — dan siapa yang mungkin hidupnya akan berubah hanya karena kalian membagikan secercah harapan.”
“Tuhan memberkati kalian. Saya mendoakan kalian semua. Saya mengasihi kalian, dan sungguh, terima kasih karena sudah hadir di luar sana.”
Jansa