Uskup Berfoto Bersama

Menjemaat, Medan. Kamis, 21 April 2015 tepat pada perayaan Hari Kartini, perayaan Paskah Okumene Kota Medan diadakan meriah di Medan International Convention Center (MICC). Acara berlangsung penuh hikmat dan penuh sukacita, dimulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.

 

Menyambut Pesta Tahkta St. Petrus, pelindung Seminari Tinggi St. Petrus (STSP) Pematangsiantar Sumatera Utara, Minggu (14/2) 425 misdinar dari dua belas Paroki di Keuskupan Agung Medan mengadakan temu misdinar di aula STFT St. Yohanes. Kegiatan ini bertajuk ‘Yesus Idolaku’.

 

Gerakan Imam Mengajar di Pangkalan Brandan Adalah hal yang menggelisahkan ketika muncul pernyataan di tengah umat, “Berpantang selama masa Prapaskah dilakukan setiap hari Rabu dan Jumat”. Kegelisahan itu melahirkan pertanyaan-pertanyaan yang harus dicarikan solusi.

Mengapa umat berpandangan seperti itu? Apakah ada yang kurang dengan pemahaman umat? Kegelisahan itu melahirkan sebuah terobosan, yaitu gerakan imam mengajar. Terobosan itu semakin ditegaskan dengan seruan dari Bapak Uskup Mgr Anicetus Sinaga, “Imam harus turun untuk mengajar umat!” Gerakan imam mengajar bukan sesuatu yang baru, namun semakin ditegaskan. “Gerakan imam mengajar merupakan jawaban atas keprihatinan yang ada di Paroki St. Paulus Pangkalan Brandan. Keprihatinan utamanya adalah lemahnya pemahaman iman umat.

Ada sekian banyak umat yang beriman warisan. Kami memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan imam umat. Dan itu berarti kami harus turun, baik melalui pelayanan sakramental maupun melalui gerakan katekese iman” terang RD Yustinus Slamet Witokaryono atas gagasan gerakan imam mengajar ini. Gerakan imam mengajar digalakkan di Paroki St Paulus Pangkalan Brandan dengan cara mengefektifkan kunjungan pastoral imam ke stasi atau lingkungan. Pangkalan Brandan terbagi dalam dua rayon. Satu imam bertanggung jawab untuk mendampingi satu rayon.

Melalui kunjungan pastoral, para imam melakukan pengajaran-pengajaran iman. Melalui media ini, berbagai persoalan dan pemahaman iman didiskusikan. Dinamika kunjungan pastoral ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing stasi atau lingkungan. Ada yang sampai cukup satu hari, mulai pagi sampai sore. Ada yang sampai dua hari sehingga imamnya harus menginap di stasi. “Kami senang. Pastur datang mengunjungi kami.

Banyak hal yang tadinya kami tidak tahu, sedikit sedikit jadi lebih tahu. Kami jadi bersemangat” tutur salah satu umat di Stasi Pardomuan Nauli mengomentari gerakan imam mengajar ini. Tidak hanya melalui kunjungan, gerakan imam mengajar juga dilakukan melalui kegiatan sermon-sermon, baik di paroki maupun sermon rayon. Dengan gerakan ini, semoga pemahaman iman umat semakin meningkat. Meningkatnya pemahaman iman umat ini diharapkan memicu kemajuan Gereja di Paroki St. Paulus Pangkalan Brandan.

Senin, 23 Februari 2016 di Tiga Dolok, merupakan hari terlaksananya pesta syukuran, atas peletakan batu pertama bangunan SD St. Antonius Padua – Tiga Dolok patut dirayakan dengan meriah. Luapan rasa syukur ini menjadi bagian  sejarah bagi Kongregasi Suster FCJM  secara khusus di bidang pendidikan dalam naungan Yayasan Puteri Hati Kudus (YPHK)  di tingkat SD.

Lintongnihuta; Pada hari Selasa 15 Maret 2016 beberapa orang ibu-ibu dan bapa-bapa berkumpul di salah satu rumah pengurus kelompok tani. Mereka berkumpul untuk mengadakan pertemuan membahas mengenai masalah pertanian. Pada waktu itu, hadir Suster Nikolin KSFL dari Komisi PSE KAM yang ada duduk bersama ibu-ibu dan bapa-bapa ini. Dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan. Suster Nikolin KSFL menjelaskan kepada mereka yang hadir bagaimana manfaat penggunaan pupuk organik bagi tanaman. Umat yang hadir dalam pertemuan ini adalah petani. Mereka mengandalkan kehidupan dari hasil pertanian. Dalam benak mereka bagaimana pun caranya mereka mau hasil yang bagus dan melimpah. Mereka selama ini sangat tergantung kepada pupuk kimia. Menurut mereka pupuk kimia menjanjikan hasil yang melimpah. Namun tanpa mereka sadari mereka sangat tergantung dengan pupuk kimia tersebut. Selain itu, pupuk kimia pelan-pelan akan menghabiskan unsur-unsur yang ada dalam tanah tersebut sehingga tanaman nantinya akan selalu bergantung kepada pupuk kimia.

Kehadiran Suster Nikolin KSFL dari PSE KAM hendak membuka cakrawala baru bagi petani di Lintong dengan menggunakan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik sangat banyak manfaatnya. Bahannya pun bisa didapat di sekitar kita. pupuk organik bisa memperbaiki kesuburan tanah. Dengan pemaparan singkat tersebut diharapkan para petani di Lintong khususnya mau kembali ke penggunaan pupuk organik. Karena itu, di awal pertemuan Suster Nikolin KSFL mengajukan pertanyaan kepada para petani; maukah kita kembali menggunakan pupuk organik? Semua yang hadir menjawab kami mau suster. Karena itu, marilah kita belajar bersama mengolah pupuk organik dan mempraktekannya dalam hidup harian kita. Semoga kegiatan ini semakin menambah wawasan dan pengetahuan petani di Lintong akan pentingnya memelihara tanah sebagai sumber kehidupan dan penghidupan mereka. Yohanes Antonius Lelaona, SVD

 

Memasuki masa prapaskah, Graha Annai Velangkani mengadakan seminar singkat guna mendalami masa Yubelium Kerahiman Ilahi. Hadir sebagai pembicara, Pastor Benitius Brevoort OFMCap., didampingi pastor Alexander Silaen OFMCap.  Berangkat dari dokumen Misericordiae Vultus yang berarti wajah kerahiman, Pastor Brevoort menjelaskan hal-hal praktis dan sederhana yang bisa dilakukan umat menyongong tahun kerahiman ini.

Newsletter

This module can not work without the AcyMailing Component

Design by Jupen Manik komsoskam.com