Salam dari Tuhan kita Yesus Kristus,

Menjemaat edisi Oktober 2017 ini mengambil tema: “Doa Rosario dalam Keluarga Katolik”. Dasar penetapan tema ini dari Fokus Pastoral Keuskupan Agung Medan (FP-KAM) yang mana tema tahun 2017 adalah “Keluarga Berdoa”. RP Joseph M Pandia OFMConv., selaku dosen Teologi Moral di STFT St. Yohanes P. Siantar, memberi ulasan berkisar “Rosario adalah Doa Kontemplasi akan Kristus”. Dan Uskup Keuskupan Agung Medan, Mgr. Dr. Anicetus B. Sinaga OFMCap, melalui rubrik Sapaan Gembala mengajak, “Agar semua keluarga di KAM ini bertekad membangun gereja bukan dalam arti hanya aktifitas membangun fisik tetapi juga membangun kesalehan batin dan keterbukaan serta komitmen keluarga untuk menghidupi kehidupan Katolik yang saleh dan berdevosi. Dalam arti itu pada bulan Oktober ini kami sangat berharap agar para keluarga melakukan 3 (tiga) hal:

  1. Hendaklah keluarga sepanjang bulan Oktober berdoa Rosario dan hendaknya itu dilakukan bersama dengan anak-anak, agar anak-anak kelak melanjutkan tradisi dan kebiasaan itu pada generasi mereka.

  2. Hendaknya sekurang-kurangnya 1 kali dalam sebulan setiap keluarga melakukan Ziarah Rohani ke tempat-tempat Kudus Maria, seperti Annai Velangkanni dan ditempat lain yang dekat.

  3. Hendaklah keluarga selalu mendoakan Doa Malaikat Tuhan 3 kali dalam sehari, yaitu jam 6 pagi, jam 12 siang dan jam 6 sore”.

Seiring dengan itu para devosioner, antara lain Bernandus Gunarsono umat Paroki St. Petrus Rasul Rantauparapat, Nurma Tanjung dan suaminya Rasmantua Purba umat lingkungan Sta, Fransiska Paroki St. Laorentius Jl.Sibolga P.Siantar, dan F. Sudaryanto S.Ag umat lingkungan Vandyhoven Paroki St. Fransiskus Asissi Saribudolok, memberikan masukan kepada kita: “Walaupun doa kita nampaknya tidak terkabul, janganlah mematahkan semangat kita untuk berdoa, kita harus berprinsip “Entah doa saya dikabulkan atau tidak dikabulkan, saya harus tetap berdoa karena Tuhan tahu apa yang terbaik bagi saya”, sehingga kalau kita tidak berdoa seperti ada sesuatu yang kurang, karena doa sudah menjadi kebutuhan dan nafas kehidupan bagi kita”. Masukan juga diberikan oleh para Pembuat Rosario, yaitu: Sr. Laorensia Sidabutar SCMM, Aldi Alfrianza Sinulingga alumni STP Delitua dan Johana Simanjuntak Aspiran SOSFX Tanjung Slamat, berkisar dorongan membuat Rosario: 1. Merasakan sukacita tatkala membuat kalung Rosario. 2. Agar umat mudah memperoleh Rosario. Walau sulit membuatnya, karena bahan pengikatnya dari kawat kalau tidak hati-hati tangan bisa luka ditusuk. 3. Agar umat lebih rajin melakukan Doa Rosario, dan Rosario merupakan alat berdoa yang sudah diakui gereja. 4. Agar umat semakin mencintai Bunda Maria dan mempersembahkan bunga mawar kepadanya. Karena setiap biji rosario itu ibarat satu tangkai bunga mawar. 5. Sembari membuat Rosario juga tangah mendaraskan doa Rosario”.

Majalah Menjemaat selaku sarana komunikasi umat Keuskupan Agung Medan, selalu berupaya untuk komit menjadi sarana Pewartaan Kabar Gembira Kerajaan Allah. Untuk itu kami bung redaksi dan para crew sangat mengharapkan support dari Saudara/ri sekalian dengan menjadi pelanggan setia Majalah Menjemaat ini. Melalui Majalah Menjemaat, akan terjalin persaudaraan antar kita dimanapun berada, karena bung Redaksi dan para krewnya akan selalu berupaya memuat berita-berita terkini di Keuskupan Agung Medan yang kita cintai ini. Dan tentu juga kami tidak akan jemu-jemu mengajak para pastor paroki, lembaga-lembaga Katolik, dan para biarawan-biarawati di wilayah KAM ini untuk turut membantu bung redaksi dan crewnya menyebarluaskan majalah ini. Kebersamaan dan persaudaraan yang terungkap dari setiap bantuan yang diberikan pasti diberkati oleh Tuhan.

Bung Redaksi

Newsletter

This module can not work without the AcyMailing Component

Design by Jupen Manik komsoskam.com