Gereja Katolik kadang-kadang terdengar sebagai gereja kaum ibu. Julukan ini sebagai bentuk penghargaan terhadap kaum ibu yang aktif dalam hidup menggereja,secara khusus peribadatan. Harus diakui bahwa jumlah kaum Hawa yang menghadiri aktifitas Peribadatan melampau jumlah kaum Adam. Gejala yang sama kiranya terjadi juga di Keuskupan Agung Medan. Sebagaimana beberapa kali diangkat dalam majalah Menjemaat berkaitan dengan hasil penelitiaan RP. Dr. Herman Nainggolan OFM Cap, bahwasannya dari 30 % umat yang aktif berIbadat di Lingkungan dan Hari Minggu di Gereja, jumlah kaum wanita lebih banyak dari para bapak dan orang muda.

 

Majalah Menjemaat edisi Februari 2017 mengapresiasi aktifitas hidup menggereja dari kaum Hawa itu, sembari meraup semangat iman mereka. Tema Penerbitan bulan Februari 2017 “Semangat Berdoa Para Ibu”. Anda tentu sepakat dengan Bung Redaksi bahwa ibu mempunyai peran yang vital dalam kehidupan berkeluarga. Adalah berkaitan erat kalau kita berbicara tentang Keluarga Berdoa sesuai dengan gerakan Pastoral Keuskupan Agung Medan 2017. Semangat berdoa ibu merupakan sumbangsi yang berharga dan penting bagi pembaharuan dan perkembangan gereja kita. Sisi lain, peran para ibu dalam kaitan dengan berdoa di keluarga, sudah teruji dalam sejarah perjalanan gereja kita. Misalnya Santa Monika, karena perhatian, kasih sayang, dan doa-doanya bisa menghantar pertobatan St. Agustinus. Tentu masih banyak wanita-wanita kudus lainnya yang selalu menginspirasi semangat gereja berdoa.

 

Mulai Edisi Februari 2017 majalah Menjemaat mengajak para pembaca menoleh sejenak kemasa silam tentang keuskupan kita ini, melalui Kolom Kilas Balik. Pembaharuan ini merupakan komitmen Bung Redaksi dan para awak Menjemaat untuk memajukan Majalah Keuskupan Agung Medan yang kita cintai ini. Selamat menikmati sajian kami edisi Februari 2017 ini. Shalommm. Bung Redaksi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Newsletter

This module can not work without the AcyMailing Component

Design by Jupen Manik komsoskam.com