Orang Muda Katolik St Yohannes Salib Lobusingkam Paroki Santa Maria telah melakukan drama jalan salib untuk mengenangkan kisah sengsara Tuhan Yesus. Kegiatan ini melibatkan seluruh Orang Muda Katolik dan Asmika stasi Santo Yohanes salib Lobusingkam (Jumat, 14/04/2017).

Sebelum acara drama jalan Salib dimulai, OMK mengawalinya dengan doa. Jarak drama jalan salib ini sekitar 2 Kilometer yang dimulai dari depan Gereja sampai keladang salah satu umat stasi tersebut yang namanya “dolok-dolok” yang jalannya berbatu-batu. Tepatnya Pukul 09.15 wib drama jalan salib dimulai dengan penangkapan Yesus dan penjatuhan hukuman oleh Pilatus. Pada saat adegan Yesus dicambuk sebelum disalibkan, umat yang mengikuti acara tersebut langsung menangis karena merenungkan penderitaan Yesus.

Harapannya semoga dengan diadakannya drama jalan salib ini, umat katolik semakin mengerti akan penderitaan kita yang tak sebanding dengan penderitaan Yesus”, dan dengan adanya jalan salib ini, OMK St. Yohannes Salib Lobusingkam, semakin mengimani Kristus dan menjadi orang muda yang tangguh menghadapi tantangan jaman.

Kami saat bangga dengan usaha OMK yang mengajak umat beriman merenungkan sengsara Tuhan Yesus“ ujar salah satu umat stasi Lobusingkam. Tonggo Hutagalung yang berperan sebagai tokoh “Yesus” juga berkata “Yah saya sangat senang bisa memerankan peran Yesus, semoga juga saya bisa meniru sikap Yesus dan semakin dekat lagi dengan Yesus. Dan maakin setia memikul salib hidup saya.

Penderitaan yang kita alami memang karena itu kesalahan kita, bukan seperti Yesus yang telah mati dan menderita hanya karena dosa kita. “Bukan hanya untuk OMK saja, kami juga berharap ini sangat bermamfaat pada seluruh umat dan orang lain yang telah mengikuti jalan salib ini. Semoga semuanya lebih sadar dan lebih baik lagi. Dengan adanya drama jalan salib ini OMK juga berharap supaya gedung Gereja St. Yohannes Salib cepat dibagun, kami OMK siap membantu pembangunan tersebut dan mohon untuk kita semua supaya ikut serta ambil bagian dalam rencana pembangunan gedung gereja stasi kami. Frajen Hutagalung

 

Newsletter

This module can not work without the AcyMailing Component

Design by Jupen Manik komsoskam.com